Banyak Nyamuk di Rumah Tapi Takut Dengan Efek Buruk Obat Nyamuk? Gunakan Saja Bahan Alami Ini

Pergantian tahun biasanya persis di tengah-tengah musim hujan sehingga suhu udara akan cenderung lebih dingin dari biasanya. Sayangnya, musim hujan juga biasanya diiringi dengan banyaknya nyamuk yang tentu bisa membawa bibit penyakit. Yang menjadi masalah adalah, jika kita menggunakan obat nyamuk, baik itu obat nyamuk bakar ataupun obat nyamuk semprot, ada bahaya yang mengiringi, khususnya dalam hal bahan kimia yang bisa memicu gangguan pada saluran pernafasan kita atua bahkan alergi.

Jika anda tidak ingin terkena dampak buruk dari bahan kimia obat nyamuk ini, kita bisa menggunakan bahan alami berupa serai. Berikut adalah cara untuk menggunakan serai sebagai pengusir nyamuk secara alami.
Siapkan batang dan daun serai sekitar 1 kg. Cucilah dan tiriskan keduanya dan kemudian haluskan dengan menggunakan blender. Serai yang sudah halus ini tinggal dilarutkan dalam air sebanyak 250 ml dan rendamlah semalaman. Setelahnya, segera saring rendaman tersebut dan encerkan dengan aquades atau air yang sudah disuling.
Ekstrak serai ini pun bisa kita gunakan sebagai wewangian yang ditempatkan di sudut-sudut rumah dan secara efektif membunuh berbagai serangga, khususnya nyamuk. Menurut pakar kesehatan kandungan sitronela dalam ekstrak serai inilah yang akan memberikan efek dehidrasi parah pada tubuh nyamuk sehingga membuat mereka mati.
Tak hanya dijadikan ekstrak, kita juga bisa menanam serai di pekarangan depan atau belakang rumah untuk mengusir nyamuk agar tidak mudah datang ke rumah kita. Dengan menggunakan serai, kita pun tidak perlu lagi khawatir akan efek samping dari obat nyamuk namun tetap terbebas dari serangga penyebab penyakit ini.

Sering Dibuang Usai Mencuci Beras, Justru Ini 7 Manfaat Air Beras Bagi Kesehatan

Sering Dibuang Usai Mencuci Beras, Justru Ini 7 Manfaat Air Beras Bagi Kesehatan

- Sebelum memasak nasi hampir pasti kita selalu membersihkan beras dengan air.
Setelah dirasa beras cukup bersih dan disaring dari air, air beras tadi langsung kita buang.
Namun ternyata, apa yang selalu kita buang selama ini justru membawa manfaat bagi kesehatan tubuh kita.
Baca juga:
Seperti dilansir dari Boldsky, air beras dapat mengobati penyakit dan juga mencegah penyakit berat.
Ternyata segelas air beras yang sering dibuang itu adalah sumber yang kaya energi dan memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan tubuh.
Cara menyiapkan air beras untuk kesehatan sederhana saja.
Caranya yakni tambahkan dua cangkir air ke secangkir beras.
Baca juga:
Biarkan mendidih sampai beras matang. Setelah matang, saring beras dan minum airnya.
Berikut berbagai manfaat yang bisa Anda peroleh dari meminum segelas air beras secara rutin:
Mencegah Dehidrasi
Air beras adalah minuman penyegar alami yang kaya akan nutrisi.
Hal ini terbukti sangat bermanfaat selama musim panas.
Segelas air beras bisa mencegah Anda dari dehidrasi.
Baca juga:
1. Mencegah Sembelit
Air beras kaya akan serat yang membuatnya menjadi minuman yang sangat baik untuk melancarkan buang air besar.
2. Mengobati Diare
Meminum air beras adalah cara kuno untuk mengobati diare.
Beberapa penelitian menyebutkan air beras jauh lebih efektif daripada larutan elektrolit dalam mengobati diare.
Baca juga:
Hanya dengan meminum segelas minuman yang luar biasa ini energi kita akan langsung bertambah karena kaya akan karbohidrat.
4. Mencegah Kanker
Air beras kaya akan antioksidan, seperti vitamin A dan fenol yang secara efektif dapat mencegah berbagai jenis kanker.
Baca juga:
5. Mencegah Penyakit Alzheimer
Beberapa nutrisi yang terdapat dalam air beras sangat bagus untuk perkembangan neurotransmitter.
Hal ini dapat mencegah penyakit Alzheimer pada tingkatan tertentu.
Baca juga:
6. Mengobati Infeksi Virus
Minuman ini juga bermanfaat dalam mengobati infeksi virus.
Selama mengalami demam karena virus, satu gelas air beras sehari dapat mengembalikan nutrisi yang hilang dan juga mempercepat proses penyembuhan.
Baca juga:
7. Melindungi Kulit dari Cahaya Matahari
Segelas air beras dapat melindungi kulit dari sinar UV berbahaya.
Air gelas mengandung oryzanol yang sangat penting dalam mencegah bahaya sinar UV yang dipancarkan matahari.(*

Pemutih Wajah Tradisional Dari Bahan Alami Yang Wajib Dicoba


Pemutih wajah tradisonal justru sangat baik untuk wajah dibandingkan dengan pemutih wajah dari bahan kimia yang tidak jelas komposisinya. Untuk memutihkan wajah juga bisa dilakukan dengan cara tardisional dengan menggunakan bahan bahan alami. Anda bisa membuatnya sendiri juga pemutih wajahnya. Banyak terdapat bahan bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk pemutih wajah. Bagaimana caranya? Simak artikel berikut ini..

Ramuan alami pemutih wajah tradisional

Anda juga bisa membuat pemutih wajah sendiri dari bahan bahan alami. Caranya juga gampang, hanya tinggal siapkan saja tepung beras, madu, dan teh. Cara membuatnya cukup buat satu cangkir teh yang tidak terlalu kental kemuidan biarkan menjadi dingin, campuran dengan 2 sendok tepung beras dan setengah sendok makan madu. Semua bahan diaduk kemudian oleskan pada wajah dan diamkan hingga kering. Setelah itu jadikan scrub, dengan menggosok gosok secara melingkar pada seluruh area wajah. Setelah selesai kemudian bersihkan wajah dengan air bersih. Tepung beras merupakan scrub alami yang bisa di gunakan untuk mengangkat sel kulit mati. Sedangkan teh bisa menjadi anti oksidan dan madu mampu menjadi moisturizing yang baik untuk kulit

Menggunakan pepaya

Pemutih wajah tradisional bisa Anda buat dari pepaya. Tanaman buah yang satu ini memiliki kandungan yang mampu membuat wajah Anda terlihat lebih cerah. Cara menggunakan pepaya untuk pemutih wajah juga sangatlah mudah. Anda hanya perlu mengkonsumsi pepaya setiap hari sehingga tubuh bisa mendetoksifikasi dan melancarkan pencernaan. Dengan begitu darah akan bersih dan wajah kamu akan terlihat bersinar.

Menggunakan masker kunyit dan tomat

Tomat dan kunyit memiliki nutrisi yang baik dan dibutuhkan juga untuk kulit wajah. Tomat dan kunyit bisa mengatasi kulit yang berminyak dan jerawat. Cara membuat pemutih wajah tradisional dengan kunyit dan tomat juga sangat mudah. Cukup siapkan 1 centi kunyit kemudian diparut. Biarkan hasil parutan mengering kurang lebih 5 menit. Selanjutnya blender tomat tanpa diberi air. Campurkan kedua bahan dan jadikan sebagai masker. Oleskan pada wajah dan biarkan hingga meresap. Setelah itu silahkan bilas dengan air bersih. Mudah bukan membuat ramuan pemutih wajah tradisional yang kami berikan. Tentu Anda bisa mencobanya sendiri dirumah.

Gunakan masker bengkuang

Masker bengkuang ternyata berkhasiat sangat baik dalam membuat wajah menjadi putih dan bercahaya. Pemutih wajah tradisional dari bengkuang telah terkenal sejak zaman dahulu kala. Kini, Anda juga bisa membuat ramuan pemutih wajah dari bengkuang dengan mudah. Cara membuatnya, pertama siapkan bengkuang, cuci bersih. Kemudian parut dan peras bengkuang tersebut. Yang digunakan adalah air dari parutan bengkuang tersebut. Diamkan air perasan bengkuang tersebut hingga mengendap. Kemudian gunakan bagian endapan atau tepung dari parutan bengkuang tersebut. Endapan berupa tepung yang berwarna putih tersebut gunakanlah untuk masker wajah. Oleskan pada wajah kemudian tunggu hingga kering. Setelah itu bilas dengan air bersih.

Menggunakan kulit lemon dan jeruk

Resep tradisional pemutih wajah yang bisa Anda buat sendiri selanjutnya adalah dengan membuat masker kulit jeruk dan lemon. Caranya parut kulit jeruk dan lemon hingga halus. Setelah itu jemur dibawah terik matahari hingga kering. Setelah kering campurkan susu murni cair. Gunakan campuran dari parutan kulit jeruk dan lemon untuk masker wajah. Oleskan beberapa saat pada wajah kemudian diamkan beberapa saat dan selanjutnya bilas dengan air bersih. Bagaimana mudah bukan membuat pemutih wajah tradisional.

Cara tradisional mungkin tidak secepa cara instan dengan menggunakan bahan kimia. Namun menggunakan cara tradisional lebih aman dari pada menggunakan bahan kimia seperti suntik pemutih. Usahakan untuk membuat bahan ramuan sendiri di rumah dari pada membelinya dalam bentuk jadi.

Hati-hati, Ini Bahaya Makan Kangkung - Artikel Pertanian Terbaru

Hati-hati, Ini Bahaya Makan Kangkung - Artikel Pertanian Terbaru

Pertanianku — Kangkung adalah salah satu sayuran hijau yang disukai banyak orang dan bermanfaat bagi kesehatan. Disamping banyaknya manfaat, bahaya makan kangkung dapat menyerang Anda jika tidak tahu takaran konsumsinya.

Daun kangkung adalah jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh pada daerah yang memiliki banyak air ataupun tidak. Sebab, kangkung terdiri atas dua jenis, yaitu kangkung darat dan kangkung air dimana keduanya memiliki kandungan gizi yang sama tingginya.

Pada dasarnya, sayur kangkung tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh selama cara mencuci, mengolah, dan memasaknya benar. Selain itu, seseorang yang mengonsumsinya pun tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

Ada beberapa kebiasaan buruk yang menyebabkan kangkung berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Kebiasaan buruk yang dimaksud sebagai berikut.

Berikut ini ulasan mengenai bahaya makan kangkung bagi kesehatan.

Penderita asam urat yang sudah sembuh atau masih dalam masa pemulihan sebaiknya menghindari makanan yang berhubungan dengan kangkung. Sebab, zat purin yang ada pada kangkung dapat menyebabkan penyakit asam urat kambuh. Persendian akan terasa nyeri dan timbul pembengkakan.

Terlalu banyak mengonsumsi kangkung dapat mengakibatkan seseorang menjadi mudah terserang rasa kantuk. Hal ini karena kangkung memiliki zat kalium yang cukup tinggi yang mampu memengaruhi saraf-saraf di bagian kepala.

Makan kangkung bagi sebagian orang dapat menyebabkan alergi berupa gatal-gatal, ruam merah atau pusing sementara. Hal tersebut karena seseorang alergi terhadap zat magnesium yang ada pada kangkung.

Mengonsumsi kangkung yang tidak dicuci bersih dapat menyebabkan bakteri yang masih tertinggal mengiritasi dinding lambung dan jaringan perut lain. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang terserang sakit perut dan mual-mual.

Ternyata, Tubuh Mengalami Hal Ini Saat Kita Bersedekah

Ternyata, Tubuh Mengalami Hal Ini Saat Kita Bersedekah

DokterSehat.Com– Banyak orang yang menyebutkan bahwa bersedekah bisa membuat kita mengalami banyak hal yang positif. Sebagai contoh, sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat berhasil membuktikan bahwa dengan rajin bersedekah atau menolong orang lain, maka kita akan cenderung lebih berbahagia dan memiliki kesehatan psikis yang lebih baik jika dibandingkan dengan yang menerima sedekah atau bahkan yang jarang bersedekah. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dalam penelitian ini, sejumlah peserta diberi 5 Dollar Amerika Serikat, jumlah yang setara dengan Rp 73 ribu. Uang ini diminta untuk dibelanjakan untuk kebutuhan dirinya sendiri dan dibelikan hadiah untuk orang lain. Setelahnya, mereka dicek kondisi otaknya.
Hasilnya adalah, para partisipan yang menyedekahkan uang tersebut justru lebih bahagia jika dibandingkan dengan mereka yang membelanjakannya untuk kepentingan sendiri. Menurut para peneliti, syaraf kebahagiaan yang ada pada otak orang yang bersedekah menjadi lebih aktif seakan-akan menyala sehingga menandakan bahwa pemberinya sangat berbahagia setelah melakukannya.
Saat kita berbagi, hormon endorphin di dalam tubuh akan cenderung dilepaskan dengan jumlah yang lebih banyak. Selain itu, hormon oksitosin yang berperan dalam membuat kita lebih berempati juga meningkat jumlahnya. Yang menarik adalah, sensasi bahagia ini bisa bertahan hingga dua jam lamanya. Bahkan, kebahagiaan dan empati ini bisa menular pada orang yang diberi sedekah sehingga menginspirasinya untuk bisa bersedekah pada orang lain.
Penelitian lainnya bahkan menyebutkan bahwa mereka yang rajin membantu orang lain, termasuk teman dan tetangganya, cenderung menurunkan resiko kematian hingga 5 tahun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kemampuan daya tahan tubuh sehingga resiko untuk terkena penyakit mematikan juga menurun.
Jadi, siapa bilang berbuat baik tidak ada gunanya bagi kesehatan?

Sering Jadi Favorit, Ternyata Makan Mie Instan Plus Telur Setengah Matang Punya 4 Bahaya Tersembunyi


Apakah kamu salah satu yang hobi makan mie instan dengan telur setengah matang?
Jika iya, maka kamu perlu meembaca tulisan berikut ini.
Meski sangat enak, ternyata makan mie goreng dengan telur setengah matang memiliki dampak negartif tersendiri.
Adanya telur akan membuat rasa mie instan menjadi lebih mantap saat dikonsumsi.
Selain itu, telur juga kaya akan kandungan gizi layaknya protein, vitamin, mineral sehingga dianggap bisa menambah nutrisi dari mie instan yang memang sangat minim.
• Cara Memasak Wortel Dengan Benar Agar Kandungan Nutrisi dan Vitaminnya Tidak Hilang
Sayangnya, ada beberapa resiko yang bisa kita dapatkan jika kita mengkonsumsi telur setengah matang.
Melansir doktersehat.com, berikut dampak negatif dari memakan telur setengah matang bersama dengan mie goreng.
1. Adanya zat avidin
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa telur setengah matang memiliki kandungan zat avidin yang sebenarnya ditujukan untuk melindungi nilai gizi dalam telur namun kurang baik bagi manusia.
Mengkonsumsinya bisa memicu gatal-gatal atau pembengkakan kulit.
2. Resiko adanya bakteri salmonella
Telur setengah matang bisa jadi masih memiliki kandungan bakteri salmonella yang hidup.
Jika kita sampai menelan bakteri ini, resiko terkena penyakit tifus akan meningkat dengan signifikan.
3. Adanya kandungan ovomucoid
Kandungan ovomucoid pada telur setengah matang bisa memicu gatal-gatal pada kulit hingga gangguan pernafasan.
Kandungan ini sangat tidak baik bagi anak-anak.
4. Adanya kandungan melamin
Kandungan melamin pada telur setengah matang ini diduga berasal dari pakan yang dikonsumsi oleh ayam petelur.
Jika sampai tidak dimasak sampai matang, kandungan ini akan masuk ke dalam tubuh dan membahayakan organ ginjal.
Untuk menghindari hal ini, kamu bisa memasak telur tersebut hingga matang.
Selain itu, ada baiknya kita tidak terlalu sering mengkonsumsi mie instan.

Wah, Banyak Makan Tapi Tetap Kurus? Ternyata Ini Alasannya

Wah, Banyak Makan Tapi Tetap Kurus? Ternyata Ini Alasannya

Kita semua pasti memiliki satu orang teman, di lingkungan kita yang hobi makan dalam porsi besar namun tubuhnya tetap fit dan proporsional bahkan tidak sedikit juga yang kurus, walaupun yang dimakan sangat berlemak.
Untuk yang bobot tubuhnya mudah sekali naik setiap kali habis makan besar, memiliki orang terdekat dengan kondisi di atas seperti itu pasti bikin iri ya? Kebanyakan dari kita, berpikir orang-orang yang hobi makan banyak namun tubuhnya tetap tidak bertambah gemuk ini adalah orang-orang yang mendapatkan berkah spesial.
Pada dasarnya ada sederet alasan loh mengapa ada sederet orang yang hobi makan banyak namun tetap tidak bertambah berat badannya. Apa saja yang alasannya? Berikut paparan singkatnya, sebagaimana dikutip Ndtv, Selasa (9/1/2018).
Pendekatan psikologis
Pendekatan psikologis di sini maksudnya adalah bisa mengetahui dengan jelas perbedaan antara lapar sungguhan atau lapar mata. Sejauh ini, mereka yang bertubuh gemuk cenderung kurang mahir dalam membedakan mana yang lapar sungguhan atau hanya lapar mata.
Makan tidak terburu-buru
Take it slow, bisa dibilang ini adalah mantra wajib dalam hal makan bagi orang-orang yang fit dan kurus. Orang-orang yang memiliki kebiasaan mengunyah makanannya dengan perlahan, disebutkan tidak mengalami banyak kenaikan berat badan. Hal itu disebabkan ada kemungkinan otak memberi tanda pada tubuh rasa kenyang yang lebih cepat. Dengan cara ini Anda akan makan lebih sedikit dan tetap merasa kenyang. Teknik serupa juga hadir dalam ajaran Hindu dan Tionghoa kuno.
Tidur layak dan cukup
Kortisol adalah hormon yang memicu kelaparan dan menyulitkan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat dan lemak. Kondisi kurang tidur diketahui dapat memicu produksi hormon-hormon yang bisa membahayakan tubuh, ketimbang mendatangkan kebaikan untuk tubuh. Orang-orang yang makan banyak namun memiliki kuantitas tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik, cenderung tubuhnya tetap fit, proporsional bahkan kurus.
NEAT
Adalah sinonim dari Non-exercise Activity Thermogenesis, yang di mana artinya adalah pergerakan tubuh diluar gerakan olahraga latihan tradisional dan konvensional. Misal contohnya, berjalan-jalan sambil berbicara melalui telepon, memutar-mutar jari saat duduk, dan lain-lain. Menurut American Council on Exercise, NEAT dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 50%! . Kemungkinan, orang-orang yang makan banyak namun tetap kurus sehari-harinya rutin melakukan kebiasaan ini.
Hormon
Leptin, yang dikenal sebagai hormon rasa lapar akan menandakan otak apakah Anda memiliki cukup energi atau tidak untuk melakukan aktivitas rutin. Jadi, orang yang bertubuh kurus memiliki tingkat sensitivitas atau produksi leptin yang lebih tinggi, membuatnya lebih mudah untuk menurunkan berat badan serta juga mengendalikan hasrat atau keinginan.

Banyak Nyamuk di Rumah Tapi Takut Dengan Efek Buruk Obat Nyamuk? Gunakan Saja Bahan Alami Ini

Pergantian tahun biasanya persis di tengah-tengah musim hujan sehingga suhu udara akan cenderung lebih dingin dari biasanya. Sayangnya, mus...